polixnews.com, Perpindahan sejumlah elite Partai NasDem ke PSI tak sekadar soal pilihan individu. Fenomena ini mencerminkan dinamika kekuasaan dan reposisi elite politik pasca-Pilpres, dengan nama Joko Widodo masih menjadi faktor sentral.
Direktur Reformasi Birokrasi DPP PSI Ariyo Bimmo menilai kepindahan tersebut dipicu keyakinan kader terhadap nilai politik Jokowi yang dinilai menemukan wadah paling konsisten di PSI.
“Ketika Pak Jokowi menyatakan all out mendukung PSI, itu memperkuat keyakinan mereka. Bergabung ke PSI menjadi pilihan yang rasional secara politik,” ujar Ariyo, Rabu (28/1/2026).
Tiga kader NasDem—Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse—resmi bergabung ke PSI. Langkah ini memicu spekulasi adanya ketegangan internal, meski dibantah oleh NasDem.
Wakil Ketua Umum NasDem Saan Mustopa menegaskan tidak ada konflik maupun persoalan jabatan yang melatarbelakangi kepindahan tersebut.
“Partai tidak punya masalah dengan mereka. Tapi kalau menentukan pilihan politik lain, tentu kita hormati,” kata Saan, Selasa (27/1/2026).
Meski demikian, migrasi elite ini menunjukkan bahwa konsolidasi kekuatan politik nasional masih bergerak dinamis. (*)




