polixnews.com, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto mengaku menerima serangkaian ancaman setelah menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Ia menyebut intimidasi tersebut turut menyasar keluarganya.
Menurut pengakuannya, ibunya menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang menuduh dirinya diduga menggelapkan dana kampus. Pesan itu disertai foto dan narasi bernada intimidatif. Tiyo menyatakan tudingan tersebut tidak berdasar.
Ia juga mengaku mendapat ancaman penculikan dari nomor asing serta sempat merasa diikuti dua orang tak dikenal di sebuah kedai.
Ancaman itu disebut terjadi setelah BEM UGM menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis dan mengirim surat terbuka kepada UNICEF terkait kasus siswa di NTT yang diduga meninggal dunia akibat kesulitan memenuhi kebutuhan sekolah.
Pihak rektorat UGM, menurut Tiyo, telah menawarkan pendampingan. Sementara itu, dosen hukum tata negara UGM mengecam dugaan teror dan menegaskan kebebasan berekspresi mahasiswa dijamin konstitusi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan ancaman tersebut. (*)



Tangkapan layar WA
