polixnews.com, Banten – Indonesia mematangkan latihan gabungan ADMM-Plus Exercise Trident Resolve melalui Middle Planning Conference (MPC) yang digelar di Banten pada 26–30 Januari 2026.
Konferensi ini dibuka oleh Direktur Kesehatan Ditjen Kekuatan Pertahanan Kemhan RI, Marsma TNI dr. Mukti Arja Berlian, sebagai bagian dari upaya menyelaraskan perencanaan latihan yang melibatkan negara ASEAN dan delapan mitra strategis ADMM-Plus.
Latihan puncak yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 akan mengusung skenario bencana ekstrem, mulai dari gempa bumi, erupsi Gunung Krakatau, hingga tsunami. Tiga Kelompok Kerja Ahli dilibatkan secara terpadu, yakni Kedokteran Militer, Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (HADR), serta Keamanan Siber.
Menurut Mukti Arja, latihan ini penting untuk membangun kepercayaan strategis dan meningkatkan kapasitas teknis lintas negara dalam menghadapi krisis multidimensi. Simulasi dilakukan melalui mekanisme latihan lapangan, koordinasi antar-komando, serta integrasi protokol komunikasi internasional.
Selain aspek latihan, EWG Kedokteran Militer juga akan melaksanakan program bakti kesehatan dan bantuan medis berbasis komunitas bagi masyarakat Banten. Seluruh rangkaian MPC difokuskan untuk memastikan kesiapan operasional latihan puncak secara menyeluruh. (*)




